Showing posts with label Hayalan. Show all posts
Showing posts with label Hayalan. Show all posts

Wednesday, August 5, 2009

Wanita sholehah dimanakah engkau.




Wanita sholehah dimanakah engkau.
Jutaan langkah telah aku langkahkan,
Jutaan ayunan tangan telah aku ayunkan,
Tapi aku tak menemukanmu.

Wanita sholehah dimanakah engkau.
Mata telah aku lototkan, kedipan telah aku mainkan,
Bahkan mata-mata telah aku tebarkan,
Tapi aku tak menemukanmu.

Wanita sholehah dimanakah engkau.
Ke Mesir aku datang mencarimu, heh wanita puser dan penggila harta yang aku temu.
Ke Sudan aku datang mencarimu, heh wanita penggoda di malam hari yang aku temu.
Ke Saudi Arabia aku datang mencarimu, heh wanita munafik bersembunyi dibalik kebaya dan cadar yang aku temu.
Ke Prancis aku datang mencarimu, heh wanita berbaju tembus pandang yang aku temu.
Ke Inggris aku datang mencarimu, heh wanita kekurangan dasar pakaian berbelah dada yang aku temu.
Ke Amerika aku datang mencarimu, heh wanita tak bersehelai benang yang aku temu.

Wanita sholehah dimanakah engkau.
Di Indonesia aku berkeliling mencarimu, heh wanita puser penggila harta, wanita malam penggoda, wanita munafik berjilbab berkebaya, wanita berbaju ketat tembus pandang, wanita kekurangan dasar pakaian berbelah dada, wanita tak bersehelai benang yang aku temu.

Wanita sholehah dimanakah engkau.
Apakah engkau ada di jabal Auliya sekarang ini, ataukah engkau selalu bersembunyi malu dariku.
Aku capek, aku lelah, aku pusing mencarimu, dimanakah engkau?.

Tuesday, August 4, 2009

Kyai Pecinta


Di wisma PCI NU Sudan nan indah, rame penuh dengan canda meriah
Puisi-puisi cinta selalu menghias dan meredam amarah
Seorang kyai pecinta selalu berdakwah

Kata-katanya penuh makna nan indah tentang cinta
Senyumnya manis membawa asmara bergelora
Wewangian tubuhnya menebar angin-angin segar buat kaum wanita

Kyai pecinta selalu bercerita kisah cintanya
Dendang asmara selalu di tembangnya
Melodi cinta selalu dimainkannya

Kyai pecinta selalu taat dengan cinta
Cintanya patut dijadikan suri teladan bagi pecinta
Karena cintanya di hiasi budi pekerti yang mulia.

Takbiran Kesedihan

Allahu akbar allahu akbar allahu akbar, suara takbir bertalu-talu terdengar di seluruh penjuru, menghibur sang asing di negeri yang jauh dari kebahagiaan rindu.

Allahu akbar allahu akbar allahu akbar, Allah keagungan namamu bergemuruh di sela-sela kesedihan qolbu tak menentu, air mata menghiba mengalir di pipi membeku.

Allahu akbar allahu akbar allahu akbar, Allah kuasamu membuat seluruh tubuh lemah tak berdaya layu, walillahilhamd.

NU-ku Bangga danTertawa.

Aku bangga dengan aku sendiri, karena aku berdiri di bawah naungan kekasihNya,
Aku bangga dengan aku sendiri, karena aku berjalan dalam bimbingan ulama cintaNya
Aku bangga dengan aku sendiri, karena aku di hiasi dengan akhlak mutiara berharga,
Aku bangga, aku bahagia, aku tertawa, aku tersenyum, karena namaku terukir di mana-mana, di kota, di desa, di pelosok, di hutan, di udara bahkan di alam kubur sana ha ha ha.

Zikir-zikir nyanyianku,
Sholawat-sholawat melodyku,
Tasbih-tasbih nadaku,
Istigfar-istigfar dendangku,
Tahlilan penyejuk qolbu bingkai musikku,
Yang penting aku berhibur dengan caraku ha ha ha.

Walau angin bid'ah bertiak kencang menerpa,
Walau gelombang kafir bengis menerjang,
Walau panas haram membara mengusir,
Walau dingin salju kematian membekuku,
Aku tak perduli dengan semua itu ha ha ha.

Karena aku yakin malaikat-malaikat toleransi, malaikat-malaikat budaya dan tradisi, serta malaikat-malaikat kemudahan mendukungku dan mendoakanku.

Negeri Hitam Manis


Debu-debu itu berdatangan, berteriak gembira kerasukan, menari-nari di atas langit negeri hitam manis mencekam, hewan-hewan berlari ketakutan menghindari ancaman penculikan di remang-remang.

Debu-debu itu berdatangan, tertawa terbahak-bahak keriangan, melihat makluk-makluk negeri hitam manis kebingungan, seolah-seolah kiamat tiba, sedangkan mereka asyik tenggelam dalam lautan asmara cinta nan fana menipu daya.

Debu-debu itu berdatangan, langit mati suri, pucat berubah warna kehitaman, matahari sombong menangis tak berdaya di terjang, tapi negeri hitam manis tetap bangga dan bahagia dengan penomenanya, tak pernah bosan menebarkan pesona-pesona menggoda.

Lihatlah gadis itu, senyumnya manis, bola matanya indah, bibirnya merah delima, pinggulnya sexy, langkahnya menawan, goyangannya dahsyat, kulitnya hitam manis.
Negeri hitam manis, awal-awalmu hitam menakutkan, tapi lama-lama kemanisan yang berasa.

Kematian

Gelisah hatiku tiada menentu, fikiran runyam, mencekam, suram, hilang.
Kegelapan menghadang di depan mata tanpa cahaya pelita yang remang-remang.
Hidupku seakan berakhir sudah jatuh tersungkur dalam lautan gelombang.

Badai-badai menerjang dari segala arah, memperburuk suasana yang parah.
Ikan-ikan buas semakin dekat mengarah, menerkam tubuh yang lemah berlumuran darah.
Sakit sakit sakit, pedih pedih pedih, gelap gelap gelap. Oh kematian telah datang.

Ibunda


Ibunda kasih sayangmu tak pernah semu dan malu
Ibunda senyummu selalu manis merayu
Ibunda belainmu sehalus belain bidadari nan ayu

Ibunda air matamu mengalir karenaku
Ibunda wajahmu pucat karenaku
Ibunda tubuhmu lemah karenaku

Ibu sebenarnya aku tahu derita yang menusuk qolbumu, sehingga Membuat ibu mengeluarkan air mata menghiba
Tapi selama ini aku tak mau tahu semua itu, aku selalu acuh tak acuh dengan deritamu yang meluka
Ibu hati anakmu keras laksana batu, tidak memiliki perasaan kasih sayang spertimu mengasihani aku ketika aku terluka

Ibunda betapa banyak dosaku padamu
Ibunda aku tahu kasih sayangmu tetap seperti dulu
Ibunda maafmu selalu aku tunggu

Wahai ibundaku tercinta
Tahukah ibu anakmu ingin mengadu
Wahai ibundaku tercinta
Tahukah ibu anakmu menangis setiap waktu
Wahai ibundaku tercinta
Tahukah ibu anakmu merindukanmu

Ibunda doakan aku di setiap doamu
Ibunda aku janji berbakti kepadamu
Ibunda cintaku tulus padamu.

Cinta Berdusta


Terluka sudah hatiku di nodai asmara cinta
Badan kurus tiada berasa terhibur mutiara-mutiaranya
Cinta sungguh pintar bicara menggoda, membuat hati terpesona tak berdaya
Cinta tiba-tiba membisu seribu bahasa, manyimpan rahasia ketulusannya
Mutiara-mutiara yang dijanjikan hilang sudah tertelan gelombang yang menggila tiada hiba
Hati gelisah tiada tara menanti kejelasan cinta
Cinta berdusta karena cinta yang lebih jelita
Cinta berdusta karena cinta yang lebih menggoda
Cinta berdusta karena cinta yang lebih kaya
Cinta berdusta karena cinta yang lebih bergelora.

Pedih

Pedih memang pedih
Ketika aku di cuekin sang kekasih
Pedih memang pedih
Ketika aku di tinggal tanpa belas kasih
Pedih memang pedih
Ketika hatiku lebur tertindih
Pedih memang pedih, laksana tertuang air mendidih
Pedih..pedih..pedih wahai kekasih..!!!

Mukminah Sejati


Burung-burung berceloteh di pagi hari keriyangan
Menyambut angin segar membawa rizki kekayaan
Pesona mukminah sejati menawan
Menerangi alam bujangan
Istikhoroh di lakukan
Doa-doa rebutan
Memperoleh sebuah jawaban
Mukminah sejati menjanjikan derajat luhur, maqfiroh, rahmah dan rizki dermawan di sisi Tuhan.

Gadis Sudan

Manis senyummu
Indah bola matamu
Merah delima bibirmu

Sexy pinggulmu
Menawan langkahmu
Dahsyat goyanganmu

Tapi hitam kulitmu.

Monday, August 3, 2009

Mengapa

Mengapa aku pendek?
Mengapa aku kecil?
Mengapa aku buta?
Mengapa aku bisu?
Mengapa aku tuli?
Mengapa aku pincang?
Mengapa aku cacat?

Karena kamu kekasihNya.

Pudarnya Pesona Dunia

Dunia pendusta
Dunia pencerca
Dunia pengadu domba

Dunia penggila wanita
Dunia penggila harta
Dunia penggila tahta

Dunia dasar
Dunia kurang ajar
Dunia pesonamu pudar